PALEMBANG — Saat malam mulai larut di Kota Palembang, suasana Komplek Pakri di Jalan Bambang Utoyo tampak lengang. Namun di salah satu sudutnya, tepat di sebuah bangunan bercat putih, aktivitas justru baru dimulai. Lampu-lampu neon menyala terang, memperlihatkan puluhan personel berseragam biru dengan celemek hijau muda yang tengah bersiap-siap. Mereka adalah para pengolah makanan di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sumatera Selatan — jantung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sumsel.
Bangunan seluas 400 meter persegi itu dulunya hanyalah sebuah aula pertemuan. Setelah direvitalisasi oleh Polda Sumsel, ruangan tersebut kini menjelma menjadi dapur standar modern yang sepenuhnya difungsikan untuk mendukung penyediaan makanan sehat bagi masyarakat yang membutuhkan. Peralatan memasak industri, ruang sterilisasi, area pengemasan, hingga jalur distribusi yang tertata rapi memperlihatkan betapa seriusnya Polda Sumsel dalam menjalankan tugas besar ini.
“Dapur Pakri ini bukan sekadar tempat memasak. Ini adalah pusat produksi gizi yang menjadi bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis,” ujar AKBP M. Idham Suhairi, Assessor Pembangunan SPPG MBG Polda Sumsel. “Setiap hari, mulai dari tengah malam hingga menjelang subuh, tim kami bekerja menyiapkan makanan yang bergizi, higienis, dan siap distribusi.”
Aktivitas di dapur dimulai sejak pukul 23.00 WIB. Para personel berpindah dari satu meja ke meja lainnya, mencuci sayuran, meracik bahan makanan, mengolah lauk, dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kebersihan. Suara deru kompor industri berpadu dengan ritme cepat para petugas, menciptakan kesan kesibukan yang teratur.
Dapur ini berfungsi sebagai pusat penyedia makanan bergizi bagi anak sekolah, masyarakat yang membutuhkan, serta berbagai kegiatan pelayanan sosial kepolisian. Program ini merupakan wujud nyata keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil, sekaligus bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal.
Setiap paket makanan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar nutrisi, tetapi juga melalui proses pengecekan kualitas yang ketat. Setelah dikemas, paket-paket tersebut akan diangkut menggunakan kendaraan operasional menuju titik-titik distribusi pada pagi hari.
“Yang kami siapkan bukan hanya makanan, tapi juga kepercayaan masyarakat bahwa negara hadir melalui Polri,” lanjut AKBP Idham.
Program ini juga memperkuat peran Polri dalam fungsi sosial kemasyarakatan. Bukan lagi sekadar menjaga keamanan, Polda Sumsel melalui SPPG hadir sebagai pelayan kebutuhan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan.
Hingga kini, Dapur Pakri terus beroperasi tanpa henti setiap hari. Dengan dukungan personel yang terlatih, fasilitas modern, serta koordinasi yang solid, dapur ini menjadi simbol kepedulian dan pengabdian Polda Sumsel dalam mendukung program nasional yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketika fajar menyingsing dan kota mulai hidup kembali, Dapur Pakri telah menyelesaikan tugas utamanya—mengirimkan ribuan porsi makanan bergizi yang menjadi harapan bagi banyak orang. Dan malam berikutnya, dapur ini kembali bernyala, melanjutkan pengabdian tanpa henti.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
Call Center : 110
NO BANTUAN POLISI, WA : 081370002110
"KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM"
Jl. Jend. Sudirman No.KM.4, RW.5, Pahlawan, Kec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
110
tribratanewssumsel@gmail.com
© TRIBRATANEWS POLDA SUMSEL. All Rights Reserved.